Selasa, 27 Maret 2018

RISET OPERASI | PROGRAM LINEAR


MAKALAH RISET OPERASI
PROGRAM LINEAR




MIRA ZAKIA 
18314169
2TA02
DOSEN : DODDY ARI SURYANTO








FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
JURUSAN TEKNIK SIPIL 
UNIVERSITAS GUNADARMA



KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakat.

Makalah ilmiah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
    
    Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
    
    Akhir kata kami berharap semoga makalah ilmiah tentang limbah dan manfaatnya untuk masyarakan ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
    
                                                                                    ​​

Depok,  15 Maret 2018
    
                                                                                                                       Mira Zakia











Daftar Isi

KATA PENGANTAR​
DAFTAR ISI​

BAB I PENDAHULUAN​
1.1 Latar Belakang​
1.2 Rumusan Masalah………………………………………………………...
1.3 Tujuan Penulisan………………………………………………………….

BAB II LANDASAN TEORI​
2.1 Landasan Teori​
2.2  
BAB III PEMBAHASAN​
3.1 Penegertian Program Linear​
3.2 Sejarah Program Linear​
3.3 Bentuk Umum Program Linear​
3.4 Metode Al Jabar dalam Program Linear​

BAB IV PENUTUP​
4.1 Kesimpulan​
4.2 Saran​


DAFTAR PUSTAKA​











BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Sebuah perusahaan atau organisasi perlu merencanakan strategi yang dapat mengoptimalkan hasil yang ingin dicapai, baik itu berupa keuntungan maksimal atau biaya minimal. Pada dasarnya setiap perusahaan memiliki keterbatasan atas sumber dayanya, baik keterbatasan dalam jumlah bahan baku, mesin dan peralatan, ruang, tenaga, kerja, maupun model. Dengan keterbatasan ini, setiap perusahaan melakukan beberapa cara untuk melakukan optimasi dengan hasil yang dicapai, salah satunya dengan program linear (Linear Programming).
Program linear (Linear Programming) merupakan salah satu teknik Riset Operasi yang digunakan paling luas dan diketahui dengan baik. Program Linear merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang langka untuk mencapai tujuan. Menggunakan model matematis untuk menjelaskan persoalan yang dihadapinya. Sifat linier disini memberi arti bahwa seluruh fungsi matematis dalam model ini merupakan fungsi yang linier sedangkan kata “program” merupakan sinonim untuk perencanaan. Dengan demikian, program linier adalah perencanaan aktivitas untuk memperoleh suatu hasil yang optimum, yaitu suatu hasil yang mencapai tujuan terbaik diantara seluruh alternatif yang fisibel.
Program linier merupakan metode matematika dalam mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai suatu tujuan seperti memaksimumkan keuntungan dan meminimumkan biaya. Program linier banyak diterapkan dalam masalah ekonomi industri, militer, sosial dan lain-lain. Program linier berkaitan dengan penjelasan suatu kasus dalam dunia nyata sebagai suatu metode matematika.

1.2​Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Program Linear?
2. Bagaimana sejarah Program Linear?
3. Bagaimana bentuk umum Program Linear?
4. Bagaimana metode Aljabar dalam Program Linear?





1.3​Tujuan Penulisan
​1. ​Mengetahui pengertian Program Linear
​2. ​Mengetahui sejarah Program Linear
​3. ​Mengetahui bentuk umum Program Linear
​4. ​Mengetahui cara penyelesaian Program Linear dengan metode aljabar




























BAB II
TINJAUAN TEORITIS


2.1​Landasan Teori
Secara harfiah kata operation dapat didefenisikan sebagai tindakan-tindakan yang diterapkan pada beberapa masalah atau hipotesis. Sementara kata riset (research) adalah suata proses yang terorganisasi dalam mencari kebenaran akan masalah atau hipotesis tadi. Kenyataannya, sangat sulit untuk mendefenisikan Operation Research, terutama karena batas-batasnya tidak jelas. Operation Reseach memiliki bermacam-macam penjelasan, berikut ini beberapa kutipan defenisi operation research yang dikemukan oleh para ahli operation research dalam berbagai literature.
Riset Operasi adalah suatu aplikasi dari berbagai metoda ilmiah untuk tujuan penguraian terhadap masala-masalah yang kompleks yang muncul dalam pengarahan dan pengelolaan dari suatu sistem besar (manusia, mesin-mesin, bahan-bahan, dan uang) dalam bidang perindustrian, bisnis, pemerintahan, dan pertahanan.
Menurut Miller dan M.K. Star, riset operasi adalah peralatan manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam rangka memecahkan masalah yang dihadapi sehari-hari sehingga dapat dipecahkan secara optimal.  Penerapan Riset Operasi terdiri dari banyak bidang, diantaranya akuntansi, pemasaran dan operasi produksi. Biasanya dalam bidang tersebut, riset operasi digunakan untuk penentuan kombinasi produk terbaik, alokasi model investasi maupun meminimumkan persediaan atau inventori.  Dalam riset operasi digunakan model-model, diantaranya model ikonik, model analog, model simbolik dan model matematik. Langkah analisis dalam riset operasi adalah sebagai berikut:

1. Definisi Masalah
Ada 3 unsur utama yang harus diidentifikasi, yaitu :​
a.​Fungsi Tujuan : Penetapan tujuan untuk membantu mengarahkan upaya memenuhi tujuan yang akan dicapai.
b.​Fungsi Batasan/Kendala : Batasan yang mempengaruhi persoalan terhadap tujuan yang akan dicapai.
c.​Variabel Keputusan : Variabel yang mempengaruhi persoalan dalam pengambilan keputusan. 




2.      ​Pengembangan Model
Mengumpulkan data untuk menaksir besaran parameter yang berpengaruh terhadap persoalan yang dihadapi. Taksiran ini digunakan untuk membangun dan mengevaluasi model matematis dari persoalannya.

3.      ​Pemecahan Model
Dalam memformulasikan persoalan ini biasanya digunakan model analitis yaitu model matematis yang menghasilkan persamaan, sehingga dicapai pemecahan yang optimum.

4.      ​Pengujian Keabsahan Model
Menentukan apakah model yang  dibangun telah menggambarkan keadaan nyata secara akurat. Jika belum, perbaiki atau buat model yang baru.

5.      ​Implementasi Hasil Akhir
Menerjemahkan hasil studi atau perhitungan ke dalam bahasa sehari-hari agar mudah dimengerti.























BAB III
PEMBAHASAN

Ada dua faktor lainnya yang turut berkontribusi dalam pengembangan riset operasional. Pertama adalah kemajuan mendasar yang dibuat di awal dalam pengembangan teknik yang ada terhadap riset operasional. Setelah perang, banyak ilmuwan yang berpartisipasi dalam tim riset operasional atau yang mendengarkan keberhasilan tim termotivasi untuk melanjutkan penelitian relevan terhadap suatu bidang, yang menunjukkan pengembangan penting dari sudut seni yang dihasilkan. Salah satu contoh paling penting adalah ditemukannya metode simpleks untuk menyelesaikan permasalahan pemrograman linear oleh George Dantzig tahun 1947. Banyak teknik riset operasional, seperti pemrograman linear, pemrograman dinamis, teori antrian dan teori inventori telah dikembangkan dengan baik di akhir tahuan 1950-an.
Faktor kedua adalah perkembangan teknologi komputer. Perhitungan kompleks sering harus dilakukan untuk permasalahan kompleks. Jika dilakukan dengan tangan (secara manual) sering menjadi masalah dan bahkan sering tidak mungkin dilakukan. Pengembangan komputer digital elektronik dengan kemampuan melakukan perhitungan aritmetik tinggi telah memberikan penyelesian yang ribuan atau jutaan kali lebih cepat daripada yang bisa manusia lakukan dengan tangan.

3.1​Pengertian Program Linear
​Program linier adalah merumuskan masalah dengan menggunakan sejumlah informasi yang tersedia kemudian menerjemahkan masalah tersebut dalam bentuk model matematika. Sifat linier mempunyai arti bahwa seluruh fiungsi dalam model ini merupakan fungsi yang linier.
Program linier (linear programming) adalah merupakan metode matematik dalam mengalokasikan sumber daya yang langka atau terbatas untuk mencapai tujuan tunggal seperti memaksimumkan keuntungan atau meminimumkan biaya. Sumber daya tersebut dapat berupa sumber daya fisik seperti uang, tenaga ahli, material (bahan dan mesin) ataupun bukan fisik.
Pemrograman linier berasal dari kata pemrograman dan linier. Pemrograman disini mempunyai arti kata perencanaan, dan linier ini berarti bahwa fungsi-fungsi yang digunakan merupakan fungsi linier. Secara umum arti dari pemrograman linier adalah suatu teknik perencanaan yang bersifat analisis yang analisis-analisisnya memakai model matematika, dengan tujuan menemukan beberapa kombinasi alternatif pemecahan masalah kemudian dipilih yang terbaik di antaranya dalam rangka menyusun strategi dan langkah-langkah kebijaksanaan lebih lanjut tentang alokasi sumber daya dan dana yang terbatas guna mencapai tujuan dan sasaran yang di inginkan secara optimal.

3.2​Sejarah Program Linear
Model program linier dikembangkan dalam tiga tahap, anatara lain pada tahun 1939-1947. Pertama kali dikembangkan oleh Leonid Vitaliyevich Kantorovich, ahli matematika Rusia yang memperoleh Soviet government’s Leinin Prize pada tahun 1965 dan the Order of Lenin pada tahun 1967; kedua, oleh Tjalillng Charles Koopmans, ahli ekonomi dari belanda yang memulai karir intelektualnya sebagai fisikawan yang melontarkan teori Kuantum mekanik; dank e-3, George Bernard Dantzig yang mengembangkan Algoritma Simpleks. 
Pada tahun 1930, Kantorovich dihadapkan pada kasus nyata optimisasi sumber-sumber yang tersedia di pabrik. Dia mengembangkan sebuah analisis baru  yang nantinya akan dinamakan Pemrograman Linear. Kemudian pada tahun 1939, Kantorovich menulis buku “The Mathematical Method of Production Planning and Organization”, di mana Kantorovich menunjukkan bahwa seluruh masalah ekonomi dapat dilihat sebagai usaha untuk memaksimumkan suatu fungsi terhadap kendala-kendala. Kuliah Kantotovich pada saat menerima hadiah Nobel, 11 desember 1975 adalah Mathematics in Economic Achievements, Difficulties, Perspectives. Di sisi ain, Koopmans sejak awal sudah bergelut dengan matematika ekonomi dan ekonometri. Dia mengembangkan teknik activity analiysis yang sekarang dikenal dengan Pemrograman linear. Namun demikian, juga ada nama-nama lain yang berperan dalam pengembangan model ini, yaitu J. Von Neuman. Bahkan dia mengembangkan “Activity analiysis of production set” sebelum dilanjutkan oleh Koopmans. Pada saat itu, teknik yang mereka kembangkan dikenal dengan istilah “programming of interdependent activities in a linier structure”. Istilah programan linier diusulkan oleh Koopmans ketika mengunjungi Dantzig di RAND Corporation pada tahun 1948. Istilah ini menjadi popular hingga sekarang.

3.2 ​Bentuk Umum Program Linear
Bentuk umum linear programming adalah sebagai berikut:
Fungsi tujuan :
Maksimumkan atau minimumkan z = c1x1 + c2x2 + ... + cnxn
Sumber daya yang membatasi :
a11x1 + a12x2 + ... + a1nxn = /≤ / ≥ b1
a21x1 + a22x2 + … + a2nxn = /≤ / ≥ b2
…
am1x1 + am2x2 + … + amnxn = /≤ / ≥ bm
x1, x2, …, xn ≥ 0
Simbol x1, x2, ..., xn  (xi) menunjukkan variabel keputusan. Jumlah variabel keputusan (xi) oleh karenanya tergantung dari jumlah kegiatan atau aktivitas yang dilakukan untuk mencapai tujuan. Simbol c1,c2,...,cn merupakan kontribusi masing-masing variabel keputusan terhadap tujuan, disebut juga koefisien fungsi tujuan pada model matematiknya.Simbol a11, ...,a1n,...,amn merupakan penggunaan per unit variabel keputusan akan sumber daya yang membatasi, atau disebut juga sebagai koefisien fungsi kendala pada model matematiknya. Simbol b1,b2,...,bm menunjukkan jumlah masing-masing sumber daya yang ada. Jumlah fungsi kendala akan tergantung dari banyaknya sumber daya yang terbatas.
Pertidaksamaan terakhir  (x1, x2, …, xn ≥ 0) menunjukkan batasan non negatif. Membuat model matematik dari suatu permasalahan bukan hanya menuntut kemampuan matematik tapi juga menuntut seni permodelan. Menggunakan seni akan membuat permodelan lebih mudah dan menarik.

3.4​Cara Penyelesaian Program Linear Dengan Metode Aljabar
Pemecahan persoalan PL dengan metode aljabar adalah pemecahan persoalan dengan cara substitusi antarpersamaan linear pada fungsi pembatas dan fungsi tujuan.
Prinsip yang digunakan ialah mencari seluruh kemungkinan pemecahan dasar feasible (layak), kemudian pilih salah satu yang memberikan nilai objektif optimal, yaitu paling besar (maksimum) atau paling kecil (minimum).
Pemecahan persoalan Program Linear dengan metode aljabar ini dibagi 3 (tiga) kasus, yaitu:

a.    Kasus Maksimisasi.
kasus pemecahan persoalan PL yang bertujuan mencari seluruh kemungkinan pemecahan yang memberikan nilai objektif maksimum.
Langkah-langkah penyelesaian
1)  Merubah ketidaksamaan fungsi pembatas menjadi kesamaan dengan menambah slack variabel
2)  Merubah fungsi tujuan dengan menambah slack variabel bernilai nol
3)  Substitusikan fungsi pembatas dan fungsi tujuan

Contoh-1 : Perusahaan konveksi “Maju” akan memproduksi baju dan celana, dengan:

Fungsi Tujuan:
Maksimumkan Z = 8 X1 + 6 X2 (dalam Rp 1.000).
Fungsi Pembatas :
•      P-Bahan    : 4 X1 + 2 X1 ≤ 60
•      Penjahitan : 2 X1 + 4 X2 ≤ 48 X1, X2 ≥ 0



b.    Kasus Minimasi
Kasus pemecahan masalah program linear yang bertujuan seluruh kemungkinan pemecahan yang memberikan nilai objektif minimum.
Langkah-langkah Penyelesaian
1)  Merubah ketidaksamaan fungsi pembatas menjadi kesamaan dengan mengurangi dengan surplus variabel (S).
2)  Merubah fungsi tujuan dengan menambah surplus variabel bernilai nol.
3)  Substitusikan fungsi pembatas dan fungsi tujuan.

CONTOH:
Seorang petani modern menghadapi suatu persoalan sebagai berikut: Setiap sapi peliharaan agar supaya sehat harus diberi makanan yang mengandung paling sedikit: 27, 21, dan 30 satuan unsur nutrisi jenis A, B, dan C setiap harinya. Dua jenis makanan M1 dan M2 diberikan kepada sapi peliharaan tersebut. Satu gram makanan jenis M1 mengandung unsur nutrisi jenis A, B, dan C masing-masing sebesar 3, 1, dan 1 satuan. Sedangkan satu gram makanan jenis M2 mengandung unsur nutrisi jenis A,B, dan C masing-masing 1,1, dan 2 satuan. Harga satu gram M1 dan M2 masing-masing sebesar Rp40.000 dan Rp20.000.- Petani tersebut harus memutuskan apakah membeli satu jenis makanan saja atau kedua-duanya kemudian mencampurnya. Tujuan adalah agar jumlah pengeluaran petani tersebut minimum.

c.    Kasus-kasus khusus
Beberapa kasus khusus selain kasus maksimisasi dan minimisasi adalah kasus solusi optimum ganda dan tidak memiliki solusi yang layak.
LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN
1)  Merubah ketidaksamaan fungsi pembatas menjadi kesamaan dengan menambah slack variabel
2)  Merubah fungsi tujuan dengan menambah slack variabel bernilai nol
3)  Substitusikan fungsi pembatas dan fungsi tujuan








Contoh :

1)     Solusi Optimum Ganda
a)     Fungsi Tujuan :
Maksimumkan Z = 4X1 + 4X2
b)     Fungsi Pembatas :
X1 + 2X2 ≤ 10
X1 + 6X2    ≤ 36
X1            ≤ 4
X1, X2      ≥ 0

2)     Tidak Memiliki Solusi Layak
a)     Fungsi Tujuan :
Maksimumkan Z = 5X1 + 3X2
b)     Fungsi Pembatas :
4X1 + 2X2 ≤ 8
X1 ≥ 3
X2 ≥ 7
X1, X2 ≥ 0











BAB IV
PENUTUP


4.1              Kesimpulan
Program linear adalah suatu cara matematis yang digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan pengalokasian sumberdaya yang terbatas untuk mencapai optimasi, yaitu memaksimumkan atau meminimumkan fungsi tujuan yang bergabung pada sejumlah variabel input. • Yang termasuk dalam komponen model program linear adalah variable keputusan, fungsi tujuan, dan batasan model.  Program linier bisa di selesaikan menggunakan metode grafik untuk menentukan persoalan maksimum maupun minimum.

4.2              Saran
Semoga penulis dan pembaca dapat mengetahui dan memahami materi program linear ini terutama pengaplikasiannya di bidang sosial ekonomi pertanian. Jika ada kesalahan dalam penulisan makalah ini penulis mengharapkan kritikan atau saran dari pembaca.
























DAFTAR PUSTAKA







​​i

Rabu, 12 April 2017

Etika dan Moral

Universitas Gunadarma



Tahukah anda bahwa sebenarnya pengertian Moral dan pengertian Etika itu berbeda. Keduanya memang memiliki kemiripan, dan seringnya penggunaan kedua kata ini disejajarkan. Setelah membaca artikel ini , anda sudah akan mengetahui apa perbedaan Moral dan Etika. Dengan mengetahuinya, anda akan tahu juga dimana harus menggunakan kata Moral dan pada situasi seperti apa kata Etika bisa digunakan.


Pengertian Moral

Pengertian moral menurut beberapa sumber adalah sebagai berikut:
  • Kamus psikologi (chaplin, 2006): moral ialah akhlak yang sesuai dengan peraturan sosial atau menyangkut hukum atau adat kebiasaan yang mengatur tingkah laku.
  • Hurlock (edisi ke-6, 1990): perilaku moral merupakan perilaku yang sesuai dengan kode moral kelompok sosial. Moral sendiri artinya tata cara, kebiasaan, dan adat. Perilaku moral dikendalikan konsep-konsep moral yang telah menjadi kebiasaan bagi anggota suatu budaya.
  • Dian Ibung: moral ialah nilai yang berlaku dalam suatu lingkungan sosial dan mengatur tingkah laku seseorang
  • Maria Assumpta: moral ialah aturan-aturan mengenai sikap dan perilaku manusia sebagai manusia.
  • Zainuddin Saifullah Nainggolan: moral ialah suatu tendensi rohani untuk melaksanakan seperangkat standar dan norma yang mengatur perilaku seseorang dan masyarakat. pengertian moral ini berkaitan erat dengan akhlak manusia atau fitrah manusia yang diciptakan memang dengan kemampuan untuk membedakan mana yang baik dan buruk.
  • Imam Sukardi: moral ialah kebaikan yang disesuaikan dengan ukuran tindakan yang diterima oleh umum atau masyarakat, meliputi kesatuan sosial ataupun lingkungan tertentu. Pengertian moral disini selalu berhubunfan dengan adat istiadat suatu masyarakat.
Jadi bisa disimpulkan bahwa moral adalah pengetahuan atau wawasan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik, buruknya perbuatan dan kelakuan. Moralisasi yaitu uraian (pandangan dan ajaran) tentang perbuatan serta kelakuan yang baik. Demoralisasi, yaitu kerusakan moral.



Pengertian Etika

Macam atau jenis-jenis dari etika
Karena sebagai suatu ilmu maka Etika terdiri atas berbagai macam-macam jenis dan juga ragamnya diantaranya :
1. Etika deskriptif 
Memberikan gambaran & ilustrasi tentang tingkah laku manusia ditinjau dari nilai-nilai baik dan juga buruk serta hal-hal yang mana yang boleh dilakukan sesuai dengan norma etis, yang dianut oleh masyarakat.
2. Etika normative
Membahas & mengkaji ukuran baik, buruknya tindakan manusia, yang biasanya dikelompokkan menjadi, sebagai berikut ini:
3. Etika Umum
Membahas berbagai macam berhubungan dengan kondisi manusia untuk bertindak etis dalam mengambil berbagai macam kebijakan berdasarkan teori-teori dan juga prinsip-prinsip moral.
4. Etika khusus
Etika yang terdiri dari etika sosial, etika individu & etika terapan, pengertiannya yaitu:
  • Etika sosial adalah yang menekankan tanggung jawab sosial & hubungan antar sesama manusia dalam aktivitas yang dilakukannya.
  • Etika individu adalah lebih menekankan kepada kewajiban manusia sebagai pribadi.
  • Etika terapan adalah etika-etika yang diterapkan pada sebuah profesi.
Jadi bisa disimpulkan bahwa bahwa etika adalah kebiasaan-kebiasaan dalam arti moral atau kesusilaan. Oleh sebab itu, etika sering diartikan sebagai ilmu tentang benar atau salah dalam tingkah laku manusia.


Perbedaan Etika dan Moral

  • Moral adalah kewajiban mutlak yang harus dimiliki oleh manusia sedangkan etika tidak mutlak tapi lebih baik jika dimiliki.
  • Etika kurang pas jika dikatakan untuk seseorang yang melakukan perbuatan baik karena etika adalah sebuah studi, sedangkan moral lebih tepat, karena moral lebih mengarah ke sifat manusia tersebut.
  • Moral sifatnya normatif-imperatif sedangkan etika bersifat normatif-sistematis (filosofis).




Etika Dan Moral Sebagai Individu Di Lingkungan Mahasiswa

Etika dan moral sangat penting dikalangan mahasiswa saat ini untuk menciptakan kehidupan ilmah dan kondusif dalam kampus, membangun hubungan yang kondusif antara dosen serta mengetahui, memahami, dan melaksanakan peraturan-peraturan yang berlaku di kampus.
Etika dan moral harus lebih dipahami kembali dan diaplikasikan di dalam lingkungan mahasiswa. Banyak mahasiswa yang tidak sadar dan tidak mengetahui makna dan peranannya itu sendiri. Sehingga, bermunculanlah mahasiswa-mahasiswi yang tidak memiliki akhlak, seperti mahasiswa yang tidak memiliki sopan dan santun kepada para dosen, mahasiswa yang lebih menyukai hidup dengan bebas, mengonsumsi obat-obatan terlarang, pergaulan bebas antara mahasiswa dengan mahasiswi, berdemonstrasi dengan tidak mengikuti peraturan yang berlaku.

Ada beberapa usaha untuk membangun etika, moral, dan akhlak yang baik dalam diri yakni :
1. Motivasi yang kuat
2. Berfikir positif
3. Percaya diri/ meyakini diri sendiri
4. Hindari hal-hal yang buruk
5. Berlatih menerapkan etika yang baik dalam kehidupan sehari-hari.



Etika Dan Moral Sebagai Individu Di Lingkungan Masyarakat

Dalam bersosialisasi di masyarakat, manusia memerlukan etika dan moral sebagai pedoman dalam berkata, berpikir dan melakukan suatu kebiasaan yang baik untuk dianut sehingga dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Maka dari itu, pemahaman akan etika dalam kehidupan bertetangga dan  bermasyarakat sangat penting untuk dalam mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Etika dan moral memiliki cakupan yang sangat luas dalam kehidupan manusia. Etika dan moral dalam masyarakat berkembang sesuai dengan adat istiadat , kebiasaan, nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.

Contoh etika dan moral dalam masyarakat adalah sebagai berikut :

  •          Mengucapkan salam saat bertamu
  •          Cium tangan orang tua sebelum melakukan aktifitas sehari-hari
  •          Membuang sampah pada tempatnya
  •          Meminta maaf saat melakukan kesalahan
  •          Makan menggunakan tangan kanan 

Contoh Gambaran Etika Baik:


 

Ini adalah contoh etika baik yang dilakukan oleh seorang anak kepada orang tuanya sebelum berangkat ke sekolah. seorang anak wajib berperilaku sopan dan hormat kepada orang yang lebih tua terutama kepada orang tuanya sendiri. hal ini sudah sering dilakukan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.






Ini adalah contoh berkendara yang baik. mereka mematuhi peraturan lalu lintas dan menggunakan helm. contoh seperti inilah yang harus diterapkan oleh masyarakat. mematuhi peraturan lalu lintas tidaklah sulit bahkan membuat kita menjadi aman, nyaman. helm juga membuat kita aman saat terjadi kecelakaan, terhindar dari benturan dan melindungi kepala saat terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.

Demikian penjelasan Etika dan Moral dari saya semoga artikel ini bermanfaat bagi pembacanya.